Kamis, 22 Juli 2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

“ GIZI BURUK PADA BALITA ”





Oleh :
MAHASISWA TINGKAT II
PRODI DIII KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) MERCUBAKTIJAYA PADANG
2010
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Status Gizi Masyarakat
Sub Pokok Bahasan : Gizi Buruk pada Balita
Sasaran : Pengunjung Puskesmas Nanggalo, Siteba Padang
Hari / Tanggal : Selasa/ 27 April 2010
Tempat : Ruang Tunggu Puskesmas Nanggalo Padang
Pukul : 09.00 – 09.20 WIB
Penyuluh : Mahasiswa Tingkat II Prodi DIII Kebidanan STIKes Mercubaktijaya Padang

I.Tujuan Instruksional Umum

Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan masyarakat memahami tentang gizi buruk sehingga masyarakat mampu mendeteksi gizi buruk pada balita dan mampu melakukan penanggulangan terhadap terjadinya gizi buruk pada balita.

II.Tujuan Instruksional Khusus

Setelah mengikuti penyuluhan, masyarakat :
1. Mampu menyebutkan pengertian gizi buruk
2. Mampu mengenali tanda dan gejala gizi buruk pada balita
3. Mengetahui dan memahami ciri-ciri balita dengan gizi buruk
4. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya gizi buruk pada balita
5. Mengetahui bagaimana cara penanggulangan gizi buruk pada balita

III.Materi (Terlampir)

1. Pengertian Gizi Buruk
2. Faktor-faktor penyebab gizi buruk
3. Tanda dan cirri gizi buruk
4. Penanggulangan gizi buruk

IV.Media Penyuluhan

1. LCD
2. Laptop
3. Leafleat
4. Sound system (Mik)

V.Metode Penyuluhan

1. Ceramah
2. Diskusi dan Tanyajawab

VI.Setting Tempat

Ket :
A = Audience
P = Penyaji
M = Media
MD = Moderator


VII.Pengorganisasian

1. Moderator : Helty Mursyida
2. Penyuluh : Fitrah Khatimah
3. Fasilitator : Ira Armaini
Hegiena Sari

Pembagian Tugas

1.Peran Moderator
a)Membuka dan menutup acara
b)Memperkenalkan diri semua anggota penyuluhan
c)Menetapkan tata tertib acara penyuluhan
d)Menjaga kelancaran acara
e)Memimpin diskusi

2.Peran Penyuluh
a)Menyajikan materi penyuluhan
b)Bersama fasilitator menjalin kerjasama dalam acara penyuluhan

3.Peran Fasilitator
a)Bersama moderator menjalin kerja sama dalam menyajikan materi penyuluhan
b)Memotivasi peserta kegiatan dalam bertanya
c)Menjadi contoh dalam kegiatan
d)Membagikan leafleat



VIII. Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan penyuluh Kegiatan audiens Waktu
1. Pendahuluan
a) Mengucapkan salam
b) Memperkenalkan diri
c) Apresiasi
d) Menjelaskan tujuan instruksional umum

2. Kegiatan inti
a) Menjelaskan pengertian, faktor-faktor penyebab, ciri-ciri gizi buruk, tanda dan gejala, serta penanggulangan gizi buruk.
b) Memberi kesempatan audiens untuk bertanya
c) Menjawab pertanyaan
d) Menguatkan pendapat audiens

3. Penutup
a) Bersama audiens menyimpulkan
b) Mengadakan evaluasi secara lisan
c) Menutup penyuluhan dan memberi salam
• Menjawab salam
• Mendengar
• Mengemukakan pendapat
• Mendenagrkan dan memperhatikan


• Memperhatikan, mendengarkan, dan memahami
• Mengajukan pertanyaan
• Mendengarkan
• Mendengarkan



• Menerangkan kesimpulan yang didapat selama penyuluhan
• Menjawab pertanyaan
• Menjawab salam
5 menit







10 menit



5 menit


IX. Evaluasi Secara Lisan

1. Coba ibu-ibu/ bapak-bapak jelaskan, apa itu gizi buruk ?
2. Apakah ibu-ibu/bapak-bapak dapat menyebutkan tanda - tanda dan gejala gizi buruk ?
3. Apakah ibu-ibu / bapak-bapak dapat menyebutkan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya gizi buruk ?
4. Apakah ibu-ibu / bapak-bapak dapat menyebabkan ciri-ciri balita dengan gizi buruk
5. Apakah ibu-ibu/bapak-bapak dapat menyebutkan cara pananggulangan gizi buruk ?










MATERII PENYULUHAN

GIZI BURUK PADA BALITA

I. Pengertian Gizi Buruk
Adalah kondisi kurang gizi yang lama disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam asupan makanan sehari-hari hingga tidak memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Kebutuhan zat ( karbbohidrat, protein, lemak, dan vitamin ) tersebut berbeda, tergantung pada usia dan jenis kelamin. Gizi buruk paling sering disebabkan oleh faktor pola asuh dimana ibu salah memberikan makanan kepada anak dan penyakit infeksi seperti TBC,kelainan jantung dll.Sedangkan faktor lain yang berperan penting adalah kecukupan produksi pangan, situasi politik dan ekonomi, bencana alam, peperangan, tingkat pendidikan dan sanitasi lingkungan. Selain itu kebiasaan memberi ASI, tingkat penyakit infeksi, ada atau tidaknya program gizi yang baik disertai dengan tenaga kesehatan yang terlatih di bidang gizi juga punya andil.


II.Penyebab Gizi Buruk
Secara umum masalah malnutrisi atau gizi buruk disebabkan tidak mencukupinya asupan gizi. Penyerapan gizi pun tidak berlangsung dengan baik sehingga mengakibatkan anak mudah terserang penyakit. Anak dengan gizi buruk dapat mempengaruhi kesehatan tubuh baik secara fisik maupun mental. Semakin parahnya kondisi gizi buruk yang diderita maka resiko terjadinya masalah kesehatan secara fisik akan semakin besar. Kekurangan asupan zat gizi juga mempengaruhi kecerdasan anak.
Selain itu, faktor pengasuhan anak juga menentukan. Anak yang diasuh oleh ibunya sendiri dengan penuh kasih sayang, kesadaran yang tinggi akan pentingnya nutrisi dan ASI, dan selalu memperhatikan kesehatan—apalagi berpendidikan; maka anaknya tidak akan mengalami gizi yang buruk. Sedangkan fenomena yang ada saat ini, kebanyakan anak dipisahkan jauh dari ibunya dengan alasan kesibukannya yang padat. Kemudian mereka menyerahkan ke pengasuhan anak kepada orang yang kurang memperhatikan nutrisi dan kesehatan anak. Jika seperti ini keadaannya, besar kemungkinan anak akan mengalami gizi yang buruk.


III.Tanda-tanda dan ciri Gizi Buruk

Ada beberapa cara untuk mengetahui seorang anak terkena gizi buruk yaitu :
1. Dengan cara menimbang berat badan secara teratur setiap bulan . Bila perbandingan berat badan dengan umurnya dibawah 60% standar WHO-NCHS, maka dapat dikatakan anak tersebut terkena busung lapar (Gizi Buruk).
2. Dengan mengukur tinggi badan dan LIngkar Lengan Atas (LILA) bila tidak sesuai dengan standar anak yang normal waspadai akan terjadi gizi buruk.
3. Anak selalu cengeng dan rewel.
4. Mudah terkena infeksi seperti infeksi saluran nafas dan diare.
5. Muka cekung, rambut merah dan tipis, mudah patah dan rontok.
6. Penderita gizi buruk pada jenis tertentu akan menimbulkan bengkak di sekujur tubuh.

Jenis Gizi Buruk
Ada 3 jenis gizi buruk yang sering ditemui dan sangat berbahaya yaitu KWASHIORKOR, MARASMUS dan gabungan dari keduanya MARASMIC-KWASHIORKOR.

Tanda-Tanda Gizi Buruk

Tanda-tanda Gizi Buruk berbeda-beda menurut jenisnya.
1.Kwashiorkor tanda-tanda yang terjadi adalah sebagai berikut:
a. Bengkak pada seluruh tubuh terutama pada punggung kaki dan bila ditekan akan meninggalkan bekas seperti lubang.
b. Otot mengecil dan menyebabkan lengan atas kurus sehingga ukuran LILA-nya kurang dari 14 cm.
c. Timbulnya ruam berwarna merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas.
d. Tidak nafsu makan.
e. Rambutnya menipis berwarna merah seperti rambut jagung dan mudah dicabut tanpa menimbulkan rasa sakit.
f. Wajah anak membulat dan sembab (moon face).
g. Cengeng/rewel dan apatis.
h. Sering disertai infeksi, anemia dan diare

2.Maramus tanda-tandanya :
a. Anak sangat kurus tampak tulang terbungkus kulit.
b. Tulang rusuk menonjol.
c. Wajahnya seperti orang tua (monkey face).
d. Kulit keriput (jaringan lemak sangat sedikit sampai tidak ada ).
e. Cengeng/rewel.
f. Perut cekung sering disertai diare kronik (terus menerus) atau susah buang air kecil.

3.Tanda-tanda Marasmic – Kwashiorkor adalah:
Campuran dari beberapa tanda tanda Kwashiorkor dan maramus disertai pembengkakan yang tidak menyolok.


IV.Dampak gizi buruk
Pada anak bukan hanya tubuh yang kurus tetapi lebih dari itu. Gizi buruk dapat mengakibatkan menurunnya tingkat kecerdasan anak, rabun senja dan penderita gizi buruk lebih rentan terhadap penyakit terutama penyakit infeksi. Bila ditemukan anak dengan gizi buruk harus segera dirujuk ke rumah sakit untuk pengobatan lebih lanjut.
Rendahnya konsumsi pangan atau tidak seimbangnya gizi makanan yang dikonsumsi mengakibatkan terganggunya pertumbuhan organ dan jaringan tubuh, lemahnya daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit, serta menurunnya aktivitas dan produktivitas kerja.
Pada bayi dan anak balita, kekurangan gizi dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan spiritual. Bahkan pada bayi, gangguan tersebut dapat bersifat permanen dan sangat sulit untuk diperbaiki. Kekurangan gizi pada bayi dan balita, dengan demikian, akan mengakibatkan rendahnya kualitas sumber daya manusia.

V.Penanggulangan Gizi Buruk

a. Penanggulangan gizi buruk untuk ibu atau keluarga
1. berikan ASI saja (ASI ekslusif) pada bayi berusia 0-4 tahun atau 6 bulan karena gizinya cukup dan akan meningkatkan kekebalan bayi terhadap penyakit.
2. jangan berikan pisang . air, atau makanan lain kepada bayi berusia 0-4 bulan atau 6 bulan karena pencernaan bayi masih belum cukup kuat untuk menerima makanan tersebut.
3. Berikan bubur beras sebagai makanan pertama bayi karena bahan ini merupakan makanan yang sangat baik bagi ibu.
4. Jangan batasi pemberian ASI pada bayi. Berikan sesering dan sebanyak yang bayi suka
5. Setelah bayi berusia diatas 4 atau 6 bulan, ASI saja tidak cukup. Berikan ASI dan makanan bayi yang sehat untuk bayi di atas usia 4 atau 6 bulan
6. Berikan kuning telur setelah bayi berusia 6 bulan dan hati ayam setelah barusia 8 bulan , telur 4x seminggu dan hati ayam 1x seminggu.
7. Berikan ASI sampai anak berusia 2 tahun karena ASI merupakan makanan bergizi serta mengandung zat kekebalan terhadap penyakit
8. Peliharalah kebersihan lingkungan dengan cara memanfaatkan dan merawat jamban agar anak tidak kekurangan gizi akibat cacingan atau mencret.
9. Biasakan makan pagi agar kita memiliki tenaga untuk melaksankan pekerjaan atau kegiatan sehari-hari
10. Usahkan menanmi perkarang / kebun sendiri dengan tanaman pangan, sayuran-sayuran, buah-buahan, dll
11. Makanlah beraneka ragam jenis makanan untuk memnuhi semua zat gizi yang di butuhkan (makanan pokok, sayuran, lauk pauk dan buah-buahan)
12. Batasi jumlah dan aturlah jarak kelahiran anak, agar keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizi.
13. Gunakan garam beryodium, agar anak tumbuh lebih cerdas dan terhindar dari penyakit gondok
14. Berikan Vit. A sejak balita usia 6 bulan sampai 5 tahun, setiap 2x setahun agar mata sehat dan juga memiliki daya tahan tubuh terhadap penyakit.
15. Pantau berat badan setiap bulan.


DAFTAR PUSTAKA

Susenas.2003.Gizi Buruk Di Indonesia di undo dari
http://pdfcontact.com/download/4952964/ di akses tanggal 22 April 2010
Mas Zuber. 2009.Memutus Rantai Gizi Buruk.di undo dari
http://zubersafawi.blogspot.com/2009/03/memutus-rantai-gizi-buruk.html.di akses pada tangal 22 April 2010
Almawadah.2009.Mendeteksi Gizi Buruk pada Balita.di undo dari
http://almawaddah.wordpress.com.di akses pad tanggal 22 April 2010
Gunawan.2008.Kenali Tanda dan Gejala Gizi Buruk.di undo dari
http://www.ahliwasir.com/products/285/0/Kenali-Tanda-dan-Gejala-Gizi-Buruk/.di akses pada tanggal 22 April 2010
Administrator.2008.Balita Gizi Buruk.di undo dari
http://biomed.ee.itb.ac.id/posyandu/index.php?option=com_content&view=article&id=63&Itemid=91.di akses pada tanggal 22 April 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar